Minggu, 04 Mei 2008

tentang pria

Andai ada seorang pria yang diperalat wanita dan bertekuk lutut dihadapan wanita yang gak layak dituruti, maka saya adalah orang pertama yang akan terluka. dan sebaliknya jika ada seorang pria yang meninggalkan wanita karena jatuh cinta pada wanita lain bukan karena alasan yang syar’i atau ada seorang pria yang menyiksa perempuan maka saya adalah orang pertama yang akan membencinya.

comentar {“wuih, sampe segitunya mbak”}

Bila ada pria-pria yang gak punya perasaan yang suka memborbardir umat Islam, anak-anak gak berdosa, wanita-wanita, rakyat sipil, serta memburu para pejuang Islam, ngenyek Rasulullah, maka saya adalah orang pertama yang akan juga membencinya dan mengucapkan sumpah serapah…sambil mengecam sana sini. Umpat sana, umpat sini, sambil mengacungkan bogem ke depan beberapa kali. Sut 2x! dan sembari berlumuran air mata, tes tes tes, seperti saat awan-awan hitam bosan dibebani uap2

Jika para pria lainnya bertanya “Cuma segitu? Ah ah ah, semua orang juga bisa mbak!”

Yeah, kemudian saya akan menjawab :”Yach memang cuma itu mas, gak ada yang bisa kulakukan kecuali berkoar-koar dan cuma segitu wujud kepedulianku pada mereka. Cuma sampe pada mengecam keras, menangis, sedih kemudian melupakannya seiring waktu berjalan. Cuma itu!!”.

“Oh, kacian banget kau ini mbak, cintamu semu. Sebenarnya banyak yang bisa mbak lakuin untuk merealisasikan tangis2 dan sedih agar tidak sekedar tangis sia-sia!! Ada loh”.

“Oh ya? Apakah itu gerangan?”

“Caranya dengan menjadi guru TK, SD, SMP, SMA dll yg ada hubungannya dgn bagi2 ilmu”

“Lhoh apa hubungannya, jaka sembung, ra nyambung”

“Aku emang suka hal2 yg gak nyambung, seperti jaka sembung, hehe9. Tentu saja ada, guru berarti anda mendidik umat, mendidik generasi penerus Islam yang benar-benar Islam, yang punya kepribadian khas. Anda harus benar-benar berusaha menggembleng mereka dengan pemahaman Islam dan mengajak mereka untuk tidak termakan dan dimakan tipu muslihat (belah bambu, kapitalisme, sekulerisme ato lainnya) musuh2 Islam serta menyerukan kebenaran meski berat. Dan yang terakhir menanamkan kesadaran bahwa umat Islam ini harus bersatu padu dibawah naungan tatanan Ilahi, yakni khilafah. Karena hanya itu yang bisa menolong saudara-saudara kita yang teraniaya, menolong para pria-pria, wanita-wanita entah kecil, muda, sedang, atau dewasa bahkan kakek dan nenek yang berada di belahan bumi sana yang sedang terluka dan membutuhkan uluran tangan, doa dan tindakan nyata”.

“Begitu ya???”

“Iya, begitchu!!! Ada pertanyaan????”

“Untuk sementara blom aja deh…nanti ku coba untuk memikirkannya”.

“Bagus kalo begitchu, tapi jangan lama-lama ya?”

“Gak lama, paling cuma beberapa jam”.

“Bahasa mbak kok gaul gitu?”

Apa? Bukannya kita sama bahasanya. Ternyata anda melihat tingkat kegaulan dari cara bahasa tulisannya ya?. Saya jadi mikir, gimana dengan teman akhwat/ikhwan yang tinggal di kota metropolitan sana, bahasa mereka juga pake gue, loe, doski (dia) dll. Mereka belum tentu pake ukhti, akhi dalam bahasa penulisannya dan gak berarti mereka bukan akhwat/ikhwan Ato teman-teman kita di timur tengah sana, bahasa mereka juga arab banget, entah muslim ato non muslim. Yang non muslim misalkan, mereka pake bahasa itu bukan karena mereka cinta Islam kan? Tapi emang bahasa disana seperti itu.. Aku pikir, muna banget orang yang dalam bahasa tulisannya (sms, tulisan, artikel, dll) menggunakan bahasa arab banget tapi dalam kehidupan sehari-harinya sama sekali gak nyambung dengan apa yang ditulisnya. Maxudnya berkebalikan gitu. Saya berbicara begini bukan berarti ingin men judge bahwa orang yang bahasa tulisannya banyak pake bahasa arab, terus berarti dalam kehidupan sehari-harinya sama sekali gak Islami dan berkebalikan dengan apa yang ditulisnya. Bukan lho, sungguh! Bukan begitu maxudnya. Saya cuma sekedar mengingatkan diri sendiri bahwa, jangan sampe dalam bahasa tulisan sangat Islami, tapi dalam kehidupan sehari-hari beda banget, jauh panggang daripada api, berkebalikan alias bertolak belakang 180o, wagu abis!! saya ingin jika dalam tulisan saya menggunakan bahasa yang pake istilah2 arab banget, maka dalam kehidupan sehari-hari saya juga harus begitu. Jadi kompatibel gitu, cocok antara apa yang dituliskan dengan apa yang dikatakan.…Islam itu menyentuh semua sisi kehidupan, entah yang paling kuecil sekalipun bahkan yang paling guede. Dan saya kembali mengingatkan diri saya sendiri, agar menerapkan Islam dalam setiap gerak langkah dan desah nafas, bahkan saat bermain layangan, saat maem, saat jajan di kantin, setiap sms, dan setiap ucapan juga harus ditujukan untuk mencari kebenaran dan demi Islam, gak Cuma omong kosong ato sekedar tulisan doang bow! Katanya menerapkan Islam secara kaffah???”

“Boleh juga tuh, lantas cita-cita anda apaan?”

“Kayak e gak nyambung deh. Tapi baiklah, aku ingin menjadi seorang pecinta kebenaran!”

“Pecinta kebenaran? Waooo great….emang apa asyiknya seorang pecinta kebenaran?”

“He5x, anda itu seperti wartawan atau agen Ef Bi Ai aza deh. Asyiknya banyak dong. selain romantis, segala sesuatu selalu disangkutpautkan dengan cinta. Cinta bow! Cinta! Bukankah mendengarnya membuat hatimu sedikit celling?? Hayooo ngaku aza. Tapi jangan salah, cinta pada Allah akan membawa manusia menuju ‘kesempurnaan dan keabadian yang hakiki’??? bukankah yang dicari setiap manusia adalah kesempurnaan? Hanya saja, jalan yang mereka tempuh beda-beda. Dan manusia tergantung apa yang diinginkan dan didambanya. Surgakah atau nerakakah? Lalu setelah itu, apa standar jalan kebenaran yang mereka tempuh benar apa gak? Hanya permintaan pada sang Pencipta Allah SWT untuk menjadi dan hidup dalam kebenaran yang akan membawa manusia kepada ‘keabadian’…begitchhuuu!!!”

“Wah wah wah,….bahasanya dalem banget. Saya yang gak mudengan ato emang bahasanya tinggi sekali..ya udah deh, terimakasih atas waktunya. Jazakillah ya ukhti!!! Semoga ukhti tetep istiqomah dan menjadi pecinta kebenaran yang sejati…“

“Eh kamu siapa sih? Kok pake topeng segala, emangnya pahlawan bertopeng??”

“hahahah, pahlawan bertopeng…dibuka… aku mbak, adik semata wayangmu yang tampan tiada tara..”

“huuu dasar, suka ngerjain mbak e. Awas kamu, ntar gak ku masak in nasi goreng lhoh…”

Saya ingin mengatakan ulang kata adik angkatanku “aduh ceileee”/>?


Tous le jours, a tour points de vue. Je vais de mieuc en mieux.

Setiap hari dalam segala hal, saya merasa diri ini harus semakin membaik

“Interupsi!!!”

lhoh? Cerita ini sudah ditutup pak? Sudah finish”

“Ah satu pertanyaan lagi!”

Yo wis kalo gitu, silahkan”

“Apa pesan terakhir kamu untuk orang-orang yang sedang capek jiwanya ato buat orang2 yang lagi gak semangat hadapi hidup??? Alias futurrrr!!!!”

Cuma itu?”

“Ya, segitu dulu”

Pesanku, sudah sana! Capek terus aza, capek kan banyak untungnya? Capek terus aja! Gak usah sembuh! Toh kamu suka dengan capek, kamu suka dikelilingi rasa capek? Iya kan? Ngaku aza!! Aku muak dengan orang yang suka muna yang sadar dengan kecapek annya tapi tetap memperturutkan capeknya, dan membiarkan diri bergelimang capek!. Terserah! keputusan ada ditanganmu! Tapi kalo kamu terus begitu…terus suka dengan capek, berarti kamu sudah siap kehilangan banyak kesempatan. kata pepatah: populus vult decipi, decipiatur*.

Ah kamu……….jaka sembung, ra nyambung!”

Eh sebelum berakhir, ijinkan saya untuk berteriak……….

SOMEBODY HELP ME ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! ! !”

* orang-orang ingin ditipu, biarkan mereka ditipu

Lha wong ingin! ingin! ingin bow!!!> catet tuh!......

bumi kos-kosan, medio juli 2006

3 komentar:

Anonim mengatakan...

Dari dulu Anti ga berubah. Masih sama. Seru!

asa kehidupan mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
asa kehidupan mengatakan...

hehe, ganti koment:

loh? mas sul?

ehm, gitu aja deh heheh...yg kmrn kirain orangnya msh sama..emang msh sama..

kalo seru tulisannya,,,,ehm ga juga...

kalo seru orangnya? ah jadi malu..hehe...gubrak...ngga ko

kalo apa lagi ya?

gitu dulu...dah sore